Senin, 15 Januari 2018

Susah Ereksi, Bisa Jadi Gangguan Jantung

Susah Ereksi, Bisa Jadi Gangguan Jantung
Susah Ereksi, Bisa Jadi Gangguan Jantung
Disfungsi ereksi bukanlah sekadar kehilangan kemampuan organ genital laki-laki untuk ereksi, namun efeknya lebih jauh dari itu. Riset terbaru menyatakan gangguan ereksi merupakan gejala penyakit jantung.

“Disfungsi ereksi merupakan pertanda kuat bahwa seorang pria memiliki risiko serangan jantung, stroke, dan masalah kardiovaskular lainnya,” ujar Direktur Epidemiologi di New England Research Institutes dan pemimpin riset yang dipublikasikan di Journal of the American College of Cardiology, Andre Araujo.

“Setelah menyesuaikan faktor usia dan risiko penyakit jantung sekalipun, pria dengan fungsi ereksi masih memiliki risiko hingga 40%. Jika ada pria mengeluhkan disfungsi ereksi, petugas medis sebaiknya melakukan tes penyakit kardiovaskular,” lanjutnya.

Araujo pun menyarankan untuk menambahkan disfungsi ereksi ke dalam daftar risiko penyakit jantung yang dikenal dengan sebutan ‘Framingham Heart Study’. Di dalam daftar tersebut sudah ada beberapa gejala seperti tekanan darah dan kolesterol tinggi.

“Hasil ini sudah jelas. Sebab kondisi arteri tersumbat yang mengurangi aliran darah ke jantung dan otak sama seperti yang menghambat aliran darah ke penis. Riset ini bisa menyelamatkan banyak nyawa karena salah satu gejala penyakit kardiovaskular adalah kematian mendadak,” pungkas Araujo.
Continue reading

Jumat, 12 Januari 2018

Daftar Makanan Peningkat Gairah Bercinta

Daftar Makanan Peningkat Gairah Bercinta
Daftar Makanan Peningkat Gairah Bercinta
Ada banyak cara dilakukan untuk meningkatkan gairah bercinta yang mulai loyo. Salah satunya melalui makanan. Lantas, jenis makanan apa saja yang berpotensi membuat ranjang bergetar lebih lama? Ini dia daftarnya seperti dilansir Health.com :
  1. Asparagus. Sayuran yang berbentuk seperti alat kelamin pria ini kaya vitamin B6 dan folat, yang keduanya dapat meningkatkan gairah dan orgasme. Sayuran berbentuk batang warna hijau ini juga menawarkan vitamin E, yang merangsang hormon bercinta pada pria dan wanita.
  2. Alpukat. Energi dan libido yang sehat sangat penting untuk bercinta yang hebat, dan alpukat dapat memberikan Anda keduanya.Buah ini sarat dengan mineral, lemak tak jenuh tunggal (jenis yang baik yang melindungi jantung dan menurunkan kolesterol), dan vitamin B6--yang semuanya membantu menjaga energi dan dorongan bercinta.

    Buah ini juga sumber kaya asam lemak omega-3 yang secara alami meningkatkan suasana hati, yang memungkinkan peluang lebih besar terjadinya keintiman di kamar tidur.
  3. Cabe. Sayuran pedas ini tidak hanya membuat mulut panas, namun juga memanaskan kamar tidur. Kandungan capsaicin, zat kimia yang telah terbukti menyebabkan pelepasan endorfin di otak, menciptakan perasaan euforia. Hasilnya? Peningkatan foreplay dan acara bercinta yang membara tentunya.
  4. Cokelat. Makanan ini telah lama dikaitkan dengan cinta dan bercinta untuk alasan yang baik. Cokelat mengandung triptofan yang membantu tubuh memproduksi serotonin, bahan kimia yang membuat suasana hati lebih baik, yang mungkin memainkan peran dalam gairah bercinta. Cokelat juga menawarkan phenylethylamine, stimulan otak yang berkontribusi untuk perasaan mesra alias romantis.
  5. Licorice. Makanan ini ada yang dijual sebagai permen, diperkirakan meniru efek estrogen dan progesteron, hormon penting untuk fungsi reproduksi dan respon bercinta yang normal. Konsumsi licorice diyakini dapat membantu meningkatkan suasana hati positif dan mendorong aktivitas bercinta lebih kerap. Bonus lainnya, menikmati licorice dapat mengurangi gejala PMS (sindrom pramenstruasi).
  6. Tiram. Makanan laut ini kaya seng (zinc), mineral yang membantu tubuh memproduksi testosteron, hormon penting dalam mengatur libido dan fungsi bercinta perempuan dan laki-laki.
Penelitian menunjukkan bahwa seng dapat meningkatkan jumlah sperma dan kemampuan berenangnya, dan meningkatkan potensi bercinta pada pria. Bagi wanita, zinc dapat membantu ovarium, yaitu sumber estrogen, progesteron, dan beberapa testosteron dalam kondisi tetap sehat dan membuat Anda tampil prima untuk aktivitas bercinta. (go4healthylife).
Continue reading

Selasa, 15 Juli 2014

Brazilian Wax Bisa Tularkan Penyakit Kelamin

Brazilian Wax Bisa Tularkan Penyakit Kelamin
Brazilian Wax Bisa Tularkan Penyakit Kelamin
Menghilangkan bulu, khususnya di kemaluan dengan metode Brazilian Wax, sempat populer dan memiliki penggemar tersendiri. Namun hati-hati, karena tindakan ini bisa menimbulkan infeksi menular seksual.
Seorang dokter kulit di Nice, Prancis, mengamati semakin banyak pasien yang datang ke ruang praktiknya dengan gejala molluscum contagiosum virus (MCV). Sekitar 93 persen dari 30 pasien, baik laki-laki dan perempuan, mengaku biasa mencukur, atau mencabut rambut kemaluan mereka.

Cabut bulu kemaluan adalah langkah memodifikasi tubuh demi fashion, terutama pada wanita muda dan remaja, demikian tulis Desruelles dalam surat yang diterbitkan secara online di British Medical Journal. "Namun, cara ini mungkin menjadi faktor risiko untuk infeksi menular seksual," imbuhnya.

MCV, sama seperti virus cacar, menyebar dengan kontak antar-kulit, dengan perantaraan barang-barang yang dipakai bersama seperti handuk atau pakaian, atau kontak seksual. Virus ini menyebabkan bintik-bintik mirip kutil sebesar biji mutiara dan berair. MCV tidak menyakitkan dan seringkali hilang tanpa pengobatan.

Brazilian Wax Tularkan Penyakit Kelamin
Brazilian Wax Tularkan Penyakit Kelamin
Cukur bulu kemaluan di salon adalah cara yang umum untuk menyebarkan bakteri atau virus, kata Dr Robert T. Brodell MD, seorang profesor dan kepala divisi dermatologi di University of Mississippi Medical Center. Kutil bisa menyebar dengan cara ini.

Brodell, yang tidak berpartisipasi dalam penelitian ini, berpendapat ada beberapa alasan lain mengapa perawatan rambut kemaluan dapat menyebabkan penyebaran MCV. Orang mungkin berbagi pisau cukur atau lecet kecil saat mencukur membuatnya lebih mudah untuk kontak dengan virus MCV, demikian dilansir NBCNews.

Seorang dokter kulit di Nice, Prancis, mengamati semakin banyak pasien yang datang ke ruang praktiknya dengan gejala molluscum contagiosum virus (MCV). Sekitar 93 persen dari 30 pasien, baik laki-laki dan perempuan, mengaku biasa mencukur, atau mencabut rambut kemaluan mereka.

Cabut bulu kemaluan adalah langkah memodifikasi tubuh demi fashion, terutama pada wanita muda dan remaja, demikian tulis Desruelles dalam surat yang diterbitkan secara online di British Medical Journal. "Namun, cara ini mungkin menjadi faktor risiko untuk infeksi menular seksual," imbuhnya.

MCV, sama seperti virus cacar, menyebar dengan kontak antar-kulit, dengan perantaraan barang-barang yang dipakai bersama seperti handuk atau pakaian, atau kontak seksual. Virus ini menyebabkan bintik-bintik mirip kutil sebesar biji mutiara dan berair. MCV tidak menyakitkan dan seringkali hilang tanpa pengobatan.
Brazilian Wax Bisa Tularkan Penyakit Kelamin
Brazilian Wax Bisa Tularkan Penyakit Kelamin
Cukur bulu kemaluan di salon adalah cara yang umum untuk menyebarkan bakteri atau virus, kata Dr Robert T. Brodell MD, seorang profesor dan kepala divisi dermatologi di University of Mississippi Medical Center. Kutil bisa menyebar dengan cara ini.
Brodell, yang tidak berpartisipasi dalam penelitian ini, berpendapat ada beberapa alasan lain mengapa perawatan rambut kemaluan dapat menyebabkan penyebaran MCV. Orang mungkin berbagi pisau cukur atau lecet kecil saat mencukur membuatnya lebih mudah untuk kontak dengan virus MCV, demikian dilansir NBCNews. (go4healthylife).
Continue reading

Sabtu, 17 Mei 2014

Katakan Tidak untuk Khitan Perempuan

Katakan Tidak untuk Khitan Perempuan
Katakan Tidak untuk Khitan Perempuan
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), menyatakan akan terus berupaya memberantas sunat perempuan yang melanda 140 juta wanita, praktik yang dapat menyebabkan mandul.

Sunat perempuan yang diacu WHO ini mencakup memotong sebagian atau keseluruhan atau melukai kelamin wanita untuk alasan non-medis.

Dalam situsnya untuk menyambut Hari Internasional Memberantas Sunat Perempuan, Rabu (6/2), WHO mengatakan khitan perempuan ini dapat berisiko pada "gangguan jangka pendek dan jangka panjang secara fisik, mental serta terkait kesehatan seksual."

Praktik sunat perempuan sebagian besar dilakukan di Afrika dengan sekitar 92 juta anak pada usia 10 tahun ke atas. Hal ini juga banyak terjadi di negara-negara Timur Tengah, dan sebagian Asia, termasuk Indonesia.

Namun isu ini juga menjadi masalah di negara-negara Barat terutama komunitas imigran di sejumah negara seperti Jerman, Prancis dan Inggris. Saat ini diperkirakan sekitar setengah juta anak dan wanita di Eropa mengalami gangguan kesehatan akibat sunat.

Data WHO mencatat bahwa sunat tidak berguna bagi kesehatan perempuan, praktik ini dapat menyebabkan perdarahan, gangguan buang air kecil, kista dan bahkan mandul. Diperkirakan sekitar 140 juta perempuan mengalami dampak sunat.
Khitan Perempuan
Khitan Perempuan
Landasan sunat perempuan ini -berdasarkan survei yang dilakukan WHO- merupakan campuran budaya, agama dan faktor sosial. Sebagian kalangan menyebutkan khitan perlu dilakukan karena sunat merupakan praktik penting yang perlu dilakukan sebelum berangkat menjadi wanita dewasa.

Sebagian lain menganggap sunat penting untuk menekan libido wanita sehingga mencegah kemungkinan penyelewengan. Namun organisasi kesehatan dunia ini mengatakan yang memprihatinkan adalah dampak kesehatan sunat perempuan dalam jangka panjang.

Salah satu risiko yang disebut WHO termasuk infeksi saluran kencing, kista, kemandulan dan komplikasi dalam melahirkan.

WHO menyebutkan tetap akan memfokuskan pada advokasi, penelitian serta panduan kepada para tenaga medis. Namun organisasi dunia menyatakan prihatin karena justru para medis yang ikut melakukan sunat perempuan justru meningkat.

Di Indonesia, Menteri Kesehatan Nafsiah Mboy menegaskan pemerintah melarang perusakan alat kelamin perempuan atau female genital mutilation (FGM).

Akan tetapi, dikatakan Nafsiah, pemerintah Indonesia tidak melarang praktik sunat perempuan selama tidak sampai memotong keseluruhan, dalam pengertian sekadar menoreh saja maupun perlambang lainnya yang tidak mengganggu kesehatan perempuan.
Sunat Perempuan
Sunat Perempuan
"Kalau memang itu, katakanlah, kewajiban agama, maka Departemen Kesehatan mengharapkan hal itu tidak menyebabkan kerusakan atau kesulitan pada perempuan yang bersangkutan," tegas Nafsiah seperti dikutip BBC Indonesia.

Nafsiah Mboy mengingatkan bahwa yang penting adalah sunat perempuan dilakukan berdasarkan peraturan petunjuk yang sudah dikeluarkan Departemen Kesehatan untuk menjamin praktik itu tidak sampai mengganggu kesehatan kaum perempuan.

Dia menambahkan bahwa praktik female genital mutilation -yang disarankan PBB agar dilarang secara total di seluruh dunia- amat jarang dilakukan di Indonesia. (go4healthylife).
Continue reading

Selasa, 18 Februari 2014

Kebiasaan yang Merusak sperma

Kebiasaan yang Merusak sperma
Kebiasaan yang Merusak sperma
Apa hubungan antara kelamaan menonton televisi dengan kualitas sperma yang buruk? Menurut penelitian keduanya terkait erat.

Penelitian terbaru menunjukkan kurangnya aktivitas fisik--dan terlalu banyak menghabiskan waktu di depan televisi--dapat memengaruhi jumlah dan konsentrasi sperma, demikian menurut penelitian yang dipublikasikan secara online di British Journal of Sports Medicine.

Penelitian yang dipimpin Audrey Gaskins, dari Harvard School of Public Health, mempelajari efek dari diet dan olahraga terhadap semen (air mani) selama beberapa tahun.
Penyebab sperma rusak
Penyebab sperma rusak
Studi sebelumnya telah mendapati hubungan antara aktivitas fisik dan penurunan tingkat stres oksidatif, kata Gaskins. Stres oksidatif adalah tekanan pada tubuh saat mencoba untuk menyingkirkan radikal bebas atau memperbaiki kerusakan yang disebabkannya.

Olahraga dipandang dapat melindungi sel-sel sperma dari kerusakan oksidatif, yang mengarah ke peningkatan konsentrasi sperma.

Dalam penelitian terakhir, Gaskins melakukan observasi pada olahraga yang dilakukan pria dan kebiasaan menonton televisi mereka. Gaskins dan rekan-rekannya meminta 189 pria sehat berusia antara 18 dan 22 tahun untuk menjelaskan seberapa sering mereka berolahraga setiap minggu dan seberapa intens mereka bekerja. Para peserta studi juga dimonitor terkait dengan kebiasaan mereka menonton televisi.

Selanjutnya sampel semen dikumpulkan dari setiap orang, untuk dianalisis dan dilihat ukuran dan bentuknya, motilitas, konsentrasi, dan jumlah totalnya.
sperma rusak
sperma rusak
Hasilnya, orang-orang yang melakukan olahraga moderat 15 jam atau lebih per minggu memiliki konsentrasi sperma yang secara signifikan lebih tinggi daripada mereka yang berolahraga kurang dari lima jam seminggu. Orang-orang yang menonton televisi lebih dari 20 jam seminggu hanya memiliki konsentrasi sperma setengah dari pria yang sama sekali tak menonton televisi.

Gaskins mengatakan para peneliti menemukan keterkaitan antara televisi, latihan, dan konsentrasi sperma ini terlepas dari diet pria, berat badan, atau kebiasaan merokok. Namun, motilitas sperma dan ukuran atau bentuk tampaknya tidak terpengaruh dengan olahraga atau waktu yang dihabiskan di depan televisi, demikian CNN. (go4healthylife).
Continue reading

Rabu, 29 Januari 2014

Kutil Kelamin, Apaan Tuh?

Kutil Kelamin, Apaan Tuh?
Kutil Kelamin, Apaan Tuh?
Mungkin Anda pernah dengar istilah kutil kelamin, namun tak begitu paham artinya. Sebenarnya, kutil kelamin merupakan salah satu jenis paling umum dari infeksi yang menular secara seksual.

Selama hidupnya, setidaknya setengah dari semua orang yang aktif secara seksual akan terinfeksi oleh virus yang menyebabkan kutil kelamin.

Sepertinya namanya, kutil kelamin memengaruhi jaringan lembab di daerah kelamin. Kutil kelamin akan terlihat seperti benjolan berwarna daging yang kecil atau memiliki penampakan seperti kembang kol. Dalam banyak kasus, kutil akan terlalu kecil untuk terlihat secara jelas, demikian menurut Mayoclinic.com.
Kutil Kelamin
Kutil Kelamin
Seperti kutil lain yang muncul di tempat lain pada tubuh, kutil kelamin disebabkan oleh virus human papilloma (HPV). Beberapa strain HPV genital dapat menyebabkan kutil kelamin, sementara jenis lainnya dapat menyebabkan kanker.

Pada wanita, kutil kelamin dapat tumbuh di vulva, dinding vagina, daerah antara alat kelamin eksternal dan anus, serta leher rahim. Sedangkan pada pria, kutil kelamin mungkin tumbuh di ujung batang penis, skrotum, atau anus.

Kutil kelamin juga dapat berkembang di mulut atau tenggorokan orang yang pernah memiliki kontak oral seksual dengan orang yang terinfeksi.

Tanda-tanda dan gejala kutil kelamin meliputi:
 
  1. Bengkak berukuran kecil, berwarna daging atau abu-abu di daerah kelamin.
  2. Beberapa kutil yang berdekatan dapat berbentuk seperti kembang kol.
  3. Gatal-gatal atau rasa tidak nyaman di daerah kelamin.
  4. Perdarahan saat melakukan hubungan seks.
Penyakit Kutil Kelamin
Penyakit Kutil Kelamin
Seringkali, kutil kelamin dapat berbentuk sangat kecil dan datar sehingga tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Kadang-kadang, bagaimanapun kutil kelamin dapat berkembang biak dalam jumlah yang besar.

Temui dokter jika Anda atau pasangan memiliki benjolan atau kutil di daerah kelamin agar ditemukan solusi yang tepat, hingga tidak terjadi penularan silang.
Continue reading

Minggu, 02 Juni 2013

Senam Kegel Juga Bermanfaat untuk Pria lho

Senam Kegel Juga Bermanfaat untuk Pria lho
Senam Kegel Juga Bermanfaat untuk Pria lho
Jika selama ini Anda mengira latihan Kegel hanya bermanfaat untuk perempuan, pikir lagi deh. Pasalnya pria juga dapat memetik manfaat dari latihan ini lho.

Latihan Kegel untuk pria dapat memperkuat otot-otot dasar panggul, yang mendukung kandung kemih dan usus dan memengaruhi fungsi seksual. Asyiknya, latihan Kegel untuk pria bisa dilakukan diam-diam, kapan saja - apakah Anda sedang bersantai di sofa atau mengemudi mobil.

Sebelum mulai melakukan latihan Kegel, cari tahu bagaimana menemukan otot yang benar dan pahami teknik yang tepat.
Senam Kegel Juga Bermanfaat untuk Pria
Senam Kegel Juga Bermanfaat untuk Pria
Banyak faktor yang dapat melemahkan otot-otot dasar panggul, termasuk operasi pengangkatan prostat (prostatektomi radikal) dan kondisi seperti diabetes dan overactive bladder (OAB).

Menurut Mayoclinic.com, pria akan memetik manfaat dari latihan Kegel jika ia mengalami inkontinensia urin (beser) atau fekal, atau air kencing masih menetes, biasanya setelah buang air kecil.

Beberapa studi menunjukkan bahwa latihan Kegel untuk pria mungkin juga menguntungkan beberapa orang yang memiliki disfungsi ereksi. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan terkait klaim ini.

Dibutuhkan ketekunan untuk mengidentifikasi otot-otot panggul dan memahami bagaimana untuk berkontraksi dan merelaksasikannya. 

Senam Kegel Pria
Senam Kegel Pria
Berikut adalah beberapa petunjuk untuk latihan Kegel yang benar:
  1. Carilah otot-otot yang tepat. Untuk mengidentifikasi otot-otot panggul Anda, hentikan buang air kecil di tengah jalan atau kencangkan otot-otot yang mencegah Anda melewatkan gas (kentut). Ini adalah otot-otot dasar panggul. Jika Anda melakukan kontraksi otot panggul sambil melihat di cermin, pangkal penis akan bergerak lebih dekat ke perut dan testikel akan naik.
  2. Sempurnakan teknik. Setelah berhasil mengidentifikasi otot-otot panggul, kosongkan kandung kemih dan berbaring telentang dengan lutut ditekuk dan terpisah. Kencangkan otot-otot panggul, tahan kontraksi selama tiga detik, kemudian rileks selama tiga detik. Cobalah beberapa kali berturut-turut, tapi jangan berlebihan. Ketika otot-otot Anda lebih kuat, cobalah melakukan latihan Kegel sambil duduk, berdiri atau berjalan.
  3. Tetap fokus. Untuk hasil terbaik, fokus pada pengetatan hanya otot-otot dasar panggul, Berhati-hatilah untuk tidak melenturkan otot-otot di perut, paha atau bokong. Hindari menahan napas. Sebaliknya, bernapas lega selama latihan.
  4. Ulangi 3 kali sehari. Usahakan melakukannya setidaknya tiga set dengan 10 repetisi (pengulangan) per hari.
Continue reading

Selasa, 07 Mei 2013

Pereda Nyeri Bisa Sulitkan Ereksi

Pereda Nyeri Bisa Sulitkan Ereksi
Pereda Nyeri Bisa Sulitkan Ereksi
Pria yang mengonsumsi obat resep untuk meredakan nyeri dalam jangka panjang kemungkinan mengalami kenaikan risiko disfungsi ereksi alias impotensi.

Dalam studi terbaru terungkap bahwa orang yang mengambil dosis tinggi obat opioid selama setidaknya empat bulan ternyata 50 persen lebih mungkin untuk dirawat karena disfungsi ereksi (DE) daripada mereka yang tidak mengambil obat-obatan opioid, kata para peneliti.

Hasil itu bertahan bahkan setelah para peneliti menghitung faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko DE, seperti usia, merokok dan depresi.

Studi ini menemukan hubungan, dan tidak dapat membuktikan hubungan sebab-akibat antara memakai obat opioid dan disfungsi ereksi. Studi ini tidak mengikuti orang dari waktu ke waktu, sehingga tidak bisa menyimpulkan mana yang datang pertama kali: pengobatan untuk nyeri, atau disfungsi ereksi.

Namun, temuan tersebut menambah pertumbuhan badan penelitian yang menghubungkan obat  penghilang rasa sakit untuk masalah ereksi. Sebuah studi  tahun 2011 yang diterbitkan dalam The Journal of Urology menemukan bahwa pria yang secara teratur mengambil obat anti-peradangan (NSAID) lebih berisiko disfungsi ereksi daripada pria yang mengambil obat itu lebih jarang. Dan narkotika lain, seperti heroin, juga diketahui meningkatkan risiko impotensi.

Meskipun tidak ada pertanyaan bahwa pengobatan opioid (narkotika) adalah tepat bagi sebagian orang, ada peningkatan bukti bahwa penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan sejumlah masalah, termasuk kecanduan, overdosis dan sleep apnea, kata peneliti Dr Richard Deyo, dari Kaiser Permanente Center for Health Research di Portland.

Pereda Nyeri Sulitkan Ereksi
Pereda Nyeri Sulitkan Ereksi
Pria "perlu menyadari bahwa [disfungsi ereksi] adalah efek samping jangka panjang dan dosis tinggi obat opioid," kata Deyo.

Deyo dan rekan menganalisis informasi dari 11.327 pria di Oregon dan Washington yang mengunjungi dokter untuk sakit punggung pada tahun 2004. Mereka melihat resep enam bulan sebelum dan enam bulan setelah kunjungan, untuk melihat apakah orang-orang itu menerima opioid, obat disfungsi ereksi atau terapi penggantian testosteron.

Mereka menemukan bahwa 19 persen laki-laki yang mengambil obat-obatan opioid untuk waktu yang lama (empat bulan atau lebih) juga menerima resep obat disfungsi ereksi, sedangkan hanya 7 persen pria yang tidak mengambil opioid juga menerima obat impotensi.

Pria yang lebih tua, orang-orang dengan depresi dan orang-orang yang mengambil obat penenang untuk tidur atau kecemasan, juga lebih mungkin untuk minum obat disfungsi ereksi.

Studi ini melihat resep untuk obat disfungsi ereksi sebagai penanda untuk masalah ereksi, tapi mungkin beberapa orang memiliki masalah ereksi dan tidak diobati dengan obat. Penelitian ini juga tidak menanyai peserta apakah mereka menderita diabetes, mengingat kondisi ini juga diketahui meningkatkan risiko disfungsi ereksi.

Dr Andrew Kramer, seorang urolog dan ahli bedah di University of Maryland Medical Center, mengatakan bahwa ia sering melihat pasien yang mengambil obat rasa sakit dan juga memiliki masalah ereksi.

Kramer mengatakan ia tidak terkejut dengan hasil studi baru itu, karena obat opiod dapat menumpulkan fungsi tubuh seperti nafsu makan dan respon terhadap rangsangan seksual. "Semuanya tumpul," kata Kramer.

Beberapa penelitian sebelumnya telah menekankan  bahwa obat-obatan narkotika menurunkan kadar testosterone laki-laki , namun para ahli menekankan bahwa "testosterone rendah" kadang-kadang bisa menjadi kondisi yang benar-benar terpisah dari disfungsi ereksi, kata Dr Jessica Kreshover, seorang urolog di North Shore-Long Island Jewish Arthur Smith Institute for Urology di Lake Success, New York.

Pereda Nyeri Bisa Susah Ereksi
Pereda Nyeri Bisa Susah Ereksi
Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi hubungan yang dihasilkan oleh studi baru, kata Kreshover. Penelitian ini mengelompokkan pasien yang memakai obat  disfungsi ereksi bersama-sama dengan pasien yang memakai terapi penggantian testosteron, tetapi opioid mungkin memiliki efek yang berbeda pada tingkat testosteron dan fungsi ereksi, katanya.

Studi baru ini telah diterbitkan di jurnal Spine, 15 Mei 2013, demikian seperti dilaporkan Myhealthnewsdaily.
Continue reading

Sabtu, 16 Februari 2013

Awas, Penis Bisa Patah

Awas, Penis Bisa Patah
Awas, Penis Bisa Patah
Pernah dengar bahwa penis bisa patah? Itu fakta atau sekadar mitos sebenarnya? Menurut Erik P. Castle, M.D., seorang urolog dari Mayoclinic, penis bisa fraktur (patah) bila ada trauma saat sedang ereksi.

Selama ereksi, penis membesar terisi dengan darah. Jika penis dibengkokkan tiba-tiba atau dengan paksa sementara ia membesar, trauma dapat memecah selaput salah satu dari dua silinder dalam penis (korpus kavernosum) yang bertanggung jawab untuk ereksi, yang mengakibatkan fraktur penis. Trauma ini biasanya berhubungan dengan hubungan seksual agresif atau akrobatik atau, dalam beberapa kasus, masturbasi agresif.
 Penis Bisa Patah
 Penis Bisa Patah
Fraktur penis adalah cedera yang menyakitkan yang sering disertai dengan terdengarnya suara retak, yang segera diikuti dengan warna gelap memar dari penis karena darah keluar dari silinder. Dalam beberapa kasus tabung yang mengalirkan urin dari tubuh (uretra) mungkin rusak juga, dan darah dapat terlihat pada pembukaan kemih penis.

Fraktur penis memerlukan perhatian medis yang mendesak. Fraktur penis biasanya dapat didiagnosis dengan pemeriksaan fisik, dan perbaikan pembedahan cepat biasanya dianjurkan. Ketika tidak diobati, ‘patah’ penis dapat menyebabkan deformitas pada penis atau ketidakmampuan untuk memiliki atau mempertahankan ereksi (disfungsi ereksi). Hati-hati ya.
Penis Patah
Penis Patah
Continue reading